Sab. Okt 1st, 2022

China melaporkan kasus pertama virus Corona varian Omicron. Menurut pihak berwenang di Tianjin, kasus tersebut berasal dari individu yang masuk ke Cina dari luar negeri. Identitas pasien masih dirahasiakan, menurut surat kabar Tianjin Daily.

Pasien tanpa gejala itu dites positif Covid-19 pada hari Kamis. Selanjutnya dilakukan tes lanjutan untuk mengkonfirmasi deteksi varian Omicron. Pasien tersebut sudah dirawat dan diisolasi di rumah sakit.

Swiss Laporkan Kemungkinan Kasus Varian Omicron Pertama

China sangat waspada terhadap potensi wabah. Negara terpadat di dunia ini sedang bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Beijing pada bulan Februari.

Badan pengendalian penyakit telah memerintahkan penerapan protokol Covid-19 yang lebih kuat di kota-kota pelabuhan seperti Tianjin, yang terletak sekitar 140 kilometer (87 mil) dari ibu kota Beijing.

Menurut ahli, Omicron menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta. Vaksin dinilai kurang efektif mencegah penyebaran Omicron meski diyakini tidak menimbulkan gejala yang terlalu parah, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

China telah berusaha menekan penyebaran virus Corona melalui kombinasi pembatasan perbatasan yang ketat, pengujian massal dan penguncian di wilayah tertentu.
Negara ini mencatat 101 kasus baru Covid-19 pada Senin, termasuk 21 infeksi impor, menurut data Komisi Kesehatan Nasional.

Kasus Pertama Varian Omicron Dikonfirmasi di Virginia, AS | Republika Online

Sedangkan Amerika Serikat mengkonfirmasi temuan kasus pertama varian Omicron. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan otoritas kesehatan di California mengkonfirmasi kasus pertama COVID-19 terkait dengan varian Omicron di AS pada Rabu (1/12/2021).
“Ini adalah kasus terkonfirmasi pertama COVID-19 yang disebabkan oleh varian Omicron di AS…. kami tahu bahwa hanya masalah waktu sebelum yang pertama. kasus Omicron akan terdeteksi di Amerika Serikat,” kata Dr. Anthony Fauci, kepala penasihat medis presiden dikutip dari CBN.

Kronologi penemuan adanya kasus pertama Omicron di AS

Otoritas mengatakan orang tersebut, yang sebelum diidentifikasi karena aturan privasi, adalah orang dewasa di bawah usia 50 tahun yang mulai memperhatikan gejala COVID-19 pada 25 November, beberapa hari setelah kembali dari Afrika Selatan pada 22 November.

Ia dinyatakan positif pada 29 November.

Korea Selatan Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Pasien telah divaksinasi penuh dengan vaksin COVID-19 Moderna kurang dari enam bulan yang lalu, tetapi belum memenuhi syarat untuk menerima suntikan penguat atau booster.

Otoritas menyebutkan pasien tersebut melakukan karantina mandiri, dan semua kontak dekat telah dihubungi juga telah dilakukan tes. Semua kontak dekatnya negatif.

Gejalanya disebut cenderung ringan dan kini sudah mulai membaik.

Para ilmuwan yang ada di University of California, San Francisco telah mengurutkan sebagian besar tes positif yang dikumpulkan di San Francisco, dan telah diperingatkan tentang kemungkinan kemungkinan kasus Omicron pada Selasa (30/11/2021) sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.