Sen. Jun 21st, 2021

Cerita Hidup Dunia – Miliarder asal China, Jack Ma, diketahui telah hilang dari publik selama dua bulan belakangan ini. Hal itu pun menimbulkan berbagai spekulasi miring, mulai dari dipenjara, diculik, hingga dibunuh. Namun untunglah, menurut sumber anonim ternyata Jack Ma tidak benar-benar tewas akibat pembunuhan atau penculikan.

Terkuak Keberadaan Jack Ma yang Sebenarnya! Ternyata Dia...

Hal itu diungkap oleh jurnalis CNBC International David Faber dengan mengutip sumber anonim tersebut. David Faber memastikan Jack Ma dikabarkan hanya menghindari sorotan publik.

“Dia tidak tampil di publik dengan tujuan tertentu dan diperkirakan akan seperti itu hingga beberapa waktu ke depan,” ujar David Faber.

40 Kata-Kata Mutiara Motivasi Bisnis dari Jack Ma, Penuh Semangat dan  Menginspirasi - Ragam Bola.com

Menurut David Faber, kemungkinan Jack Ma saat ini berada di kota Hangzhou, lokasi kantor pusat Alibaba Group. Ia mengatakan Ma juga tidak ditangkap oleh pemerintah China.

Sahabat Jack Ma, Duncan Clark akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar tentang sang pendiri Alibaba. Clark merupakan seorang chairman perusahaan konsultasi teknologi BDA China yang berbasis di Beijing. Pada masa awal-awal Alibaba, Clark adalah konsultan bisnis dan sering berpergian bersama Jack Ma.

Amarah Xi Jinping di Tengah Kabar Jack Ma Menghilang

Clark merupakan pria berkebangsaan Inggris yang banyak berkiprah di China. Ia pun berteman dengan Jack Ma pada September 1999 usai Alibaba beridiri. Pertemuan mereka pun berkesan bagi Clark.

Clark juga ikut buka suara soal kritik Jack Ma terhadap regulasi keuangan China. Menurutnya, karakter Jack Ma memang seperti itu.

Jack Ma Muncul Usai Menghilang Berbulan-bulan, Ternyata Lakukan Ini Bun

“Ini bukanlah pertama kalinya dia lepas dari tali. Dia tidak suka hanya mengikuti naskah atau narasi tertentu. Dan Jack Ma juga suka menjadi provokatif, seperti halnya pencerita hebat lain,” ujar Clark.

Clark telah lama mengkhawatirkan Jack Ma di era kepemimpinan Xi Jinping. Seperti pada tahun 2016 silam dalam wawancara dengan Strait Times , ia seakan sudah meramal nasib Jack Ma.

Keberadaan Jack Ma Misterius, Perusahaan Alibaba dan Ant Group "Dirampas"  Pemerintah China | HAJINEWS.ID

Sebagaimana diketahui, pendiri Alibaba ini sudah tidak tampil di depan publik sejak akhir Oktober 2020 tepat setelah ia mengkritik regulator keuangan dan bank China di Shanghai. Ma mengkritik pemerintah China menghambat inovasi bisnis dan menyerukan reformasi sistem keuangan.

Ia bahkan menyebut sistem perbankan yang diterapkan di China saat ini seperti pegadaian dan ‘klub orang tua’. Tak pelak pidato itu membuat Presiden China Xi Jinping murka. Dampaknya, Ant Group milik Jack Ma yang tinggal hitungan hari melantai bursa senilai USD37 miliar dihentikan.

Jack Ma Menghilang, Dahlan Cerita Masalah Pajak Fan Bingbing

Tak sampai di situ, China juga menyelidiki monopoli dan anti-persaingan Alibaba Group. Lalu, Ant Group diperintahkan untuk mengurangi bisnisnya agar fokus pada fintech saja. Bahkan, Jack Ma diperintahkan agar tidak keluar negeri selama penyelidikan.

Seperti diketahui, Jack Ma bukanlah orang sembarangan di China. Dia memiliki gurita bisnis yang membuatnya menjadi salah satu tokoh kuat di Negara Tirai Bambu.

Jack Ma Menghilang Usai Kritik Sistem Bank di China, Spekulasi Pengekangan  pun Merebak - Pikiran-Rakyat.com

Alibaba, raksasa bisnisnya bukan hanya sekadar perusahaan e-commerce. Perusahaan ini telah masuk ke berbagai lini bisnis seperti finansial dan logistik. Bahkan, jejaknya sudah berada di berbagai negara lain termasuk Indonesia.

Sementara itu, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sempat menanyakan soal kasus Jack Ma kepada temannya di Tiongkok, apakah betul Jack Ma ditahan. Namun, koleganya menilai tidak ada penahanan.

Amarah Xi Jinping terkait Jack Ma hingga Jet Canggih China

“Saya rasa tidak,” begitu jawaban rekan Dahlan seperti dilansir dari Disway.id.

Mungkin saja Jack Ma memang tidak ditahan. Mungkin saja ia lagi menahan diri. Istilahnya: lagi tiarap, agar tidak lagi heboh yang hanya akan semakin menyulitkan dirinya,” tulis Dahlan.

Techsauce | Tech and Biz Ecosystem Leader for Startups Technologies and  Business

 

Tak hanya itu, Dahlan pun bercerita bahwa banyak pula pengusaha yang memilih sikap tiarap seperti itu di Tiongkok. Namun ada pula yang memang ditahan. Salah satunya, dia mencontohkan, adalah Fan Bingbing yang memang ditahan. Fan dianggap menggelapkan pajak yang besarnya sampai sekitar Rp2,5 triliun.

“Caranya Fan Bingbing punya dua jenis kontrak. Baik sebagai bintang film, bintang tv maupun sebagai penyanyi,” kata dia.

Menghilang 8 Bulan Karena Skandal Penggelapan, Aktris Fan Bingbing Beri  Kejutan Ini di Imlek 2019 - Tribun Batam

Dahlan menceritakan, ada kontrak yang sesungguhnya sesuai dengan tarifnya. Lalu ada pula kontrak ‘pura-pura’ yang dilaporkan kepada petugas pajak yang nilainya jauh lebih kecil. Termasuk, lanjut Dahlan, saat Fan Bingbing main film di Hongkongwood dan Hollywood.

“Akhirnya Fan Bingbing dilepas. Menjadi orang bebas lagi. Tentu ia harus membayar kekurangan pajak yang sekitar Rp2,5 triliun. Betapa kaya artis Fan Bingbing ini tapi dia memilih menyelamatkan masa depan dengan cara menyelesaikan pajaknya,” ungkap dia.

Ternyata, Ini Alasan Fan Bingbing Menghilang Tahun Lalu : Okezone Celebrity

Lain cerita dengan konglomerat Tiongkok yang lari ke Amerika Serikat yaitu Guo Wen Gui. Dahlan menjelaskan bahwa Wen Gui awalnya mendapat proyek infrastruktur pemerintah China terkait sarana Olimpiade Beijing, lalu dia menjadi konglomerat.

“Ketika akan diusut ia lari. Sudah sangat banyak uangnya yang ditempatkan di luar neger. Di Amerika Wen Gui menjadi musuh negara. Ia bergabung dengan aktivis anti Tiongkok dan melakukan perlawanan tiada henti. Termasuk membangun perusahaan media: khusus untuk memproduksi berita yang memojokkan Tiongkok,” ungkap Dahlan.

China's Mysterious Billionaire, Guo Wengui | China Uncensored - YouTube

Selain itu, Dahlan juga bercerita soal konglomerat yang lebih besar dari Wen Gui yang juga bermasalah. Dia adalah Wang Jian yang memiliki perusahaan penerbangan raksasa, Hainan Airlines. Dia meninggal di Prancis dua tahun lalu, karena jatuh ke jurang saat rekreasi di sana.

Terlalu banyak contoh berbagai model penyelesaian masalah di kalangan businessman di Tiongkok. Lalu, cara manakah yang dipilih Jack Ma? Cara Fan Bingbing, cara Guo Wen Gui, atau model Jack Ma sendiri,” ucap Dahlan.

Guo Wengui | Sherry-Netherland | Kathy Sloane

Adapun, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa apa yang menimpa Jack Ma berkaitan dengan kritiknya terhadap pemerintahan China.

“Sebenarnya kalau melihat dari apa yang dikritikkan, bukanlah sesuatu yang sangat radikal, Jack Ma mendorong adanya perubahan regulasi yang intinya mendukung perusahaan agar bisa berinovasi dan tumbuh,” ujar Yusuf saat dihubungi di Jakarta.

Xi shakes the house Jack Ma and Jiang Zemin built - Nikkei Asia

Kritik yang satunya lagi adalah tentang kondisi perbankan yang dinilai oleh Jack Ma tidak baik. Pada dasarnya, lanjut Yusuf, kritik adalah hal biasa dalam kehidupan berdemokrasi.

Namun memang harus diakui bahwa China menganut sistem pemerintahan semi sosialis di mana memang ada aturan-aturan strict yang melarang warganya untuk menyampaikan kritik pada level tertentu. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru, nilai-nilai demokratis tidak bisa sepenuhnya dilihat di China.

Analysis: Xi's message to Jack Ma, 'You're nothing but a cloud' - Nikkei  Asia

“Adapun pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kasus Jack Ma. Sebenarnya kritik terhadap pemerintah itu merupakan hal yang lumrah. Dalam konteks Jack Ma, justru kritik ini disampaikan untuk mendorong perekonomian China yang lebih baik,” ungkapnya.

Seharusnya, menurut Yusuf, ruang-ruang kritik seperti ini bisa membuka mata pemerintah dimana seharusnya mereka melakukan perbaikan.

Xi Jinping uses a Japanese painting of a horse in the clouds to scare Jack  Ma

Ketika pemerintah menerima kritik juga harus terbuka, tidak defensif, dan juga dari sisi yang mengkritik perlu menyampaikan kritik secara konstruktif menggunakan data pendukung sehingga diskurusnya bisa bermuara terhadap perbaikan kebijakan yang lebih baik.

Saya kira pelajaran kritik mengkritik ini memang seharusnya bisa dijalankan pada negara-negara yang menganut sistem demokrasi termasuk Indonesia,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *