Sab. Sep 25th, 2021
Cerita Hidup Dunia -China telah menerbitkan mata uang Yuan versi digital resmi miliknya yang punya perbedaan dari Bitcoin dan uang tunai konvensional.

Mata uang digital ini mirip seperti cryptocurrency dengan menggabungkan beberapa elemen teknologi blockchain yang digunakan oleh Bitcoin. Sebab, setiap transaksi akan dicatat dan dapat dilacak dalam buku digital.

Sehingga, pemeritah China bisa mengetahui bagaimana, kapan, dan di mana orang-orang membelanjakan uang mereka.Kedepannya, Yuan digital ini akan menggantikan sebagian besar uang tunai yang sudah beredar di masyarakat.

Beda dengan Bitcoin

Bitcoin price hits all-time high of more than $20,000 | Bitcoin | The Guardian
Meskipun disebut mirip dengan Bitcoin yang menggunakan sistemblockchain, namun ada sedikit perbedaan Yuan digital dengan bitcoin. Meski kedua uang ini sama-sama tidak memiliki bentuk fisik.

Bitcoin bersifat desentralisasi, semua transaksi diverifikasi oleh semua mesin yang terlibat di dalam ekosistem ini. Kepemilikan Bitcoin tidak dimiliki dan dikendalikan oleh satu entitas, dan tidak didistribusikan oleh bank sentral.

Sementara Yuan digital kepemilikannya yang diatur resmi oleh pemerintah China melalui Bank Sentral China. Sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengelola pasokan moneter negara.

Beda dengan uang tunai

NUSABALI.com - Kebutuhan Uang Tunai Rp 217,1 Triliun
.
Mata uang digital ini bisa digunakan setelah mengunduh aplikasi Renminbi di ponsel. Transaksi Yuan digital kini telah digunakan di berbagai supermarket, apotek, dan beberapa ecommerce di lima kota di negara Tirai Bambu tersebut.

Cara pakai yuan digital ini tak beda jauh dengan penggunaan layanan pembayaran digital yang ada di China saat ini seperti Alipay atau WeChat Pay. Pengguna tinggal memindai kode QR untuk melakukan pembayaran. Di Indonesia, cara pakainya serupa dengan Ovo atau Gopay.

Namun, untuk menggunakan AliPay atau WeChatPay, pengguna harus punya rekening bank terlebih dulu. Dari rekening inilah dana akan ditarik. Hal ini tak membuat pengguna keluar dari sistem perbankan konvensional.

Dengan yuan digital, pengguna tidak harus memiliki rekenong bank. Mata uang digital ini langsung masuk ke dompet elektronik pengguna.

Berbeda dengan uang tunai dan sistem perbankan konvensional. Mata uang ini diciptakan secara digital. Ia masih berupa uang tunai, namun tak bisa dirasakan secara fisik. Ibarat Anda sedang bermain game virtual dan memiliki koin yang bisa dibelanjakan di game itu.

Keuntungan uang digital ini lantaran pengguna tak perlu memiliki rekening bank agar bisa bertransaksi online. Sementara bagi pemerintah, mereka bisa mengawasi transaksi yang terjadi di negara mereka lebih jelas dan real-time (seketika), seperti dilaporkan CGTN.

Melansir CNN, Wakil Gubernur Bank Sentral China Fan Yifei mengatakan, perkembangan mata uang digital ini bertujuan mengurangi intensitas layanan pembayaran online yang banyak beredar di negara tersebut.

Sebut saja Alipay dari ANT Group, dan Tencent’s WeChat Pay yang telah banyak berkembang dan digunakan sebagai metode transaksi digital di China.

“Ini memenuhi keinginan Beijing untuk mengurangi pengaruh yang tumbuh yang dimiliki perusahaan teknologi swasta dan layanan pembayaran digital mereka pada sistem keuangan negara,” ujarnya

Uji coba Yuan Digital

Results of China's central bank digital currency giveaway worth $1.3 million - Ledger Insights - enterprise blockchain

China telah melakukan persiapan uji coba Yuan digital selama satu tahun. Pengetesan awal mata uang digital nasional China ini sudah dilakukan sejak awal tahun ini.

Jika, uji coba berhasil, maka China akan jadi ekonomi terkuat di dunia yang menawrkan mata uang digital nasional. Yuan digital ini akan mengalahkan Euro versi digital milik Bank Sentral Eropa.

China menggadang-gadang Yuan digital ini akan menjadi mata uang masa depan. Dengan mata uang digital, akan membuat proses jual beli lebih mudah dan aman.

Melansir CNBC, pemerintah di Shenzhen juga telah mengadakan undian untuk memberikan total mata uang digital senilai 10 juta yuan (sekitar USD 1,5 juta).

Hampir dua juta orang melamar dan 50 ribu orang diantaranya menang. Uang digital tersebut bisa dibelanjakan di lebih dari tiga ribu toko di kawasan Shenzhen.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201208141415-185-579468/beda-yuan-digital-china-dengan-bitcoin-dan-uang-tunai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *