Sen. Jun 21st, 2021
ceritahidupdunia – Kabar duka datang dari dunia bisnis, pengusaha Iwan Tjahyadikarta (Eng Thiong) meninggal dunia pada usia 65 tahun.
Pria yang dikenal sebagai satu dari 9 ‘naga’ Indonesia ini menghembuskan nafas terakhir di Krankenhaus Nordwest, Frankfurt, Jerman
Jenazah kemudian dipulangkan ke Indonesia untuk disemayamkan di rumah duka, Jalan Prapanca Dalam 6 nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Iwan Tjahyadikarta semasa hidupnya adalah satu di antara sekian taipan Indonesia.
Usahanya adalah Hotel Alila Pecenongan dimana dia sebagai pemilik, Mal Artha Gading, KIA Indonesia, dan Mazda wilayah Jawa Barat.
Seperti dilansir dari Majalah Swa, Iwan Tjahyadikarta adalah seorang pengusaha Jakarta yang keluar dari bisnis keluarganya untuk membangun bisnis dealer mobil, Sumber Auto Graha pada periode 80an.

Memasuki periode 90an, Iwan Tjahyadikarta merambah bisnis properti.
Kemitraannya dengan Yan Mogi dalam SMR Group menghasilkan sejumlah properti, seperti apartemen Mitra Oasis (Allison Residence), Mitra Sunter, Mal Artha Gading, dan Senayan Residence.
Satu dari 9 Naga Indonesia, Iwan Tjahyadikarta Meninggal Dunia, Begini  Sepak Terjangnya - Halaman all - Tribun Medan

Keluarga Tjahyadikarta mempunyai banyak lahan dan sering diajak kerja sama, salah satunya oleh Agung Podomoro Group untuk membangun Aston Hotel di Braga, Bandung.
Budiman Tjahyadikarta
Pasangan Iwan-Elfina memiliki tiga putra dan satu putri, hanya anak putra yang dilibatkan dalam bisnis keluarga.

Iwan mempercayakan bisnis properti yang sudah dirintisnya kepada anak keduanya, yaitu Budiman Tjahyadikarta.
Pada tahun 2000, Budiman diminta pulang dari Australia oleh Iwan untuk membantu dalam pengelolaan Hotel Alila di Pecenongan, Jakarta.

Ayah Budiman memiliki gedungnya, sementara paman Budiman menjadi operator hotelnya.
Di tahun 2004, adik bungsu Budiman, Donny Tjahyadikarta bergabung dalam pengelolaan Alila Hotel Pecenongan.
Alila Hotel merupakan international chain hotel. Budiman dan Donny mendapatkan peluang untuk belajar mengembangkan bisnis keluarga ketika bergabung di Alila Hotel.

Saat ini Budiman dan Donny sedang mengembangkan bisnis operator hotel bernama Hotel International Management (HIM), yang sudah dimulai sejak tahun 2012.
Satu hotel yang mereka miliki dalam bendera HIM adalah Sparks Hotel di Mangga Besar dengan kamar sebanyak 114 buah.

Iwan memang memiliki beberapa lokasi properti yang ingin dikembangkan Budiman dan Donny untuk perhotelan, yang sudah berjalan Sparks Hotel di Mangga Besar.
Budiman mengambil kuliah jurusan Accounting Finance di Edith Cowan University di Perth, Australia.

Pria kelahiran Jakarta, 14 Oktober 1974 ini sempat bekerja selama dua tahun di American International Insurance.
Suami Eliz Lo ini hendak dipromosikan untuk bekerja di kantor cabang American International Insurance di Sidney, namun akhirnya memilih pulang ke Indonesia karena menurutnya berbisnis di Indonesia lebih menantang, dibandingkan hidup di Australia yang meski tidak kekurangan, tapi terprediksi.

Sementara itu Donny, kelahiran Jakarta, 25 Juli 1979, mengambil kuliah jurusan International Business dan E-Commerce di Curtin University, Perth, Australia.
Bisnis batu bara keluarga Tjahyadikarta saat ini diserahkan Iwan kepada Donny, melalui PT Globalindo Inti Energi, yang memiliki konsesi lahan seluas 3.300 ha di Muara Jawa, Kalimantan Timur.

Mulai beroperasi sejak 2011, saat ini kapasitas produksinya 100.000 ton per hari dan dijual kepada trader lokal.
Perusahaan batu bara didirikan keluarga Tjahyadikarta bersama partner, dan suami Intan Anggraini tersebut menempati posisi Direktur.

Berdasarkan berita duka yang diterima
Iwan Tjahyadikarta ternyata memiliki 5 istri, 13 anak, 4 menantu, dan 12 cucu.
Sumber Berita : http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/08/11/ketika-orang-terkaya-dan-naga-indonesia-tutup-usia-begini-nasib-5-istri-13-anak-dan-12-cucu?page=all

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *